Sendiri
Aku melihatmu berjalan melewati lorong yang sepi
Ku lihat postur tubuhmu yang begitu tinggi
Namun tiba tiba kau berhenti di bagian tepi
Ternyata kau menunggu perempuan tadi pagi
Aku mulai mengerti
Mengapa bukan aku yang kau nanti
Aku mulai menulis sesuatu di kertas ini
Sejenak seperti memikirkan untuk pergi
Aku memang pantas untuk sendiri
Seringkali berteman dengan sepi
Seperti tidak ada yang peduli lagi
Untuk kamu yang telah mewarnai hati
Aku izin sebentar untuk pergi
Mungkin jika kau membutuhkan diri ini
Berbaliklah dan aku akan selalu menemani
Rizqiyahlailya
Hilang
Teruntuk kamu yang selalu menghilang
Dab tak pernah memiliki waktu luang
Sampai saat ini aku belum merasakan senang
Setiap malam hanya melihat kunang-kunang
Dan terkadang ditemani bintang bintang
Kapan kamu bisa berpikir cemerlang?
Bahwa aku sangatlah sayang
Apa perlu aku memanggil cenayang?
Agar aku bisa melihatmu dalam bayang?
Yang lalu memang takkan terulang
Tapi bersamamu akan selalu ku kenang
Meski aku tau hingga petang pun kau takkan datang
Dan bodohnya aku masih menunggu sampai sekarang
Rizqiyahlailya
Pergi
Kala itu tepat di hari Sabtu
Kau ada janji untuk bertemu
Bersama temanmu di sudut jalan itu
Nampaknya ingin pergi
Ke suatu tempat yang belum pernah kau kunjungi
Dan nampak tiga wanita yang ikut pergi
Tapi mengapa aku tak kau tawari?
Bukannya sebelum itu kita ada janji untuk bertemu?
Mengapa tiba-tiba kau ingkari?
Hanya untuk pergi bersama mereka, lagi?
Yang baru memang seru
Tapi mengapa yang lama kau buat beku?
Bukannya kau mengira kau tidak memiliki banyak waktu
Tapi sebentarlah sisakan waktu untukku
Kau pergi ke suatu tempat indah bersama mereka
Seperti itu adalah mimpi yang telah lama ada
Dan sekarang tibalah untuk kamu mewujudkannya
Bahagialah kamu di sana
Aku tidak menginginkan segala cerita tentang tempat itu
Tempat dimana kamu dan mereka saling bertemu
Dan berbagi cerita sambil minum susu
Ditemani sedikit angin yang bertiup lugu
Ini terlihat seperti
Bukan aku sosok yang memberikan kebahagiaan sejati
Memang, aku sedikit iri
Untuk melihatmu tertawa bukan bersamaku, kini
Rizqiyahlailya
Bersamalah Mereka
Aku memang tampak seperti wanita biasa
Namun aku memiliki hati yang sangat luar biasa
Cobalah untuk kau sakiti sebentar saja
Mungkin itu tidak akan terasa
Kamu dan aku sudah lama bersama
Susah senang sudah kita rasa
Tanpamu sepertinya diri ini tak akan terbiasa
Seperti saat itu kau tinggalkan aku tepat di hari selasa
Kau pergi bersama mereka
Mereka yang setidaknya mampu membuatmu lupa dan merasa bahagia
Aku disini seperti kehilangan nyawa
Bagaimana bisa kamu tertawa?
Baiklah, tidak seharusnya diri ini terus memaksa
Semua keadaan ini harus diterima
Nyatanya jika bukan aku yang membuatmu bahagia,
Lantas, aku bisa apa?
Ekspektasi memang tidak seindah realita
Ucapanmu tidak jauh seperti buah kelapa
Terlalu tinggi, sampai aku tidak bisa membuktikannya
Rizqiyahlailya
Komentar
Posting Komentar