Langsung ke konten utama

Contoh Puisi Romance

 

Sendiri 


Aku melihatmu berjalan melewati lorong yang sepi 
Ku lihat postur tubuhmu yang begitu tinggi 
Namun tiba tiba kau berhenti di bagian tepi
Ternyata kau menunggu perempuan tadi pagi 

Aku mulai mengerti 
Mengapa bukan aku yang kau nanti 
Aku mulai menulis sesuatu di kertas ini 
Sejenak seperti memikirkan untuk pergi 

Aku memang pantas untuk sendiri
Seringkali berteman dengan sepi 
Seperti tidak ada yang peduli lagi

Untuk kamu yang telah mewarnai hati 
Aku izin sebentar untuk pergi 
Mungkin jika kau membutuhkan diri ini 
Berbaliklah dan aku akan selalu menemani  

Rizqiyahlailya 

Hilang 


Teruntuk kamu yang selalu menghilang 
Dab tak pernah memiliki waktu luang 
Sampai saat ini aku belum merasakan senang 
Setiap malam hanya melihat kunang-kunang 
Dan terkadang ditemani bintang bintang 

Kapan kamu bisa berpikir cemerlang?
Bahwa aku sangatlah sayang 
Apa perlu aku memanggil cenayang?
Agar aku bisa melihatmu dalam bayang?

Yang lalu memang takkan terulang 
Tapi bersamamu akan selalu ku kenang
Meski aku tau hingga petang pun kau takkan datang 
Dan bodohnya aku masih menunggu sampai sekarang 

Rizqiyahlailya  

Pergi 


Kala itu tepat di hari Sabtu 
Kau ada janji untuk bertemu 
Bersama temanmu di sudut jalan itu 

Nampaknya ingin pergi 
Ke suatu tempat yang belum pernah kau kunjungi 
Dan nampak tiga wanita yang ikut pergi 
Tapi mengapa aku tak kau tawari?

Bukannya sebelum itu kita ada janji untuk bertemu?
Mengapa tiba-tiba kau ingkari?
Hanya untuk pergi bersama mereka, lagi?

Yang baru memang seru 
Tapi mengapa yang lama kau buat beku?
Bukannya kau mengira kau tidak memiliki banyak waktu 
Tapi sebentarlah sisakan waktu untukku 

Kau pergi ke suatu tempat indah bersama mereka
Seperti itu adalah mimpi yang telah lama ada
Dan sekarang tibalah untuk kamu mewujudkannya 
Bahagialah kamu di sana 

Aku tidak menginginkan segala cerita tentang tempat itu 
Tempat dimana kamu dan mereka saling bertemu 
Dan berbagi cerita sambil minum susu
Ditemani sedikit angin yang bertiup lugu 

Ini terlihat seperti 
Bukan aku sosok yang memberikan kebahagiaan sejati 
Memang, aku sedikit iri 
Untuk melihatmu tertawa bukan bersamaku, kini

Rizqiyahlailya 

Bersamalah Mereka  


Aku memang tampak seperti wanita biasa
Namun aku memiliki hati yang sangat luar biasa
Cobalah untuk kau sakiti sebentar saja
Mungkin itu tidak akan terasa 

Kamu dan aku sudah lama bersama 
Susah senang sudah kita rasa 
Tanpamu sepertinya diri ini tak akan terbiasa 
Seperti saat itu kau tinggalkan aku tepat di hari selasa 

Kau pergi bersama mereka 
Mereka yang setidaknya mampu membuatmu lupa dan merasa bahagia 
Aku disini seperti kehilangan nyawa 
Bagaimana bisa kamu tertawa?

Baiklah, tidak seharusnya diri ini terus memaksa 
Semua keadaan ini harus diterima 
Nyatanya jika bukan aku yang membuatmu bahagia, 
Lantas, aku bisa apa?

Ekspektasi memang tidak seindah realita
Ucapanmu tidak jauh seperti buah kelapa 
Terlalu tinggi, sampai aku tidak bisa membuktikannya 

Rizqiyahlailya 

Komentar